Ketika Tuhan Kelelahan: Refleksi tentang Doa dan Kesadaran Spiritual Manusia
Dipublikasikan pada
1 April 2026
Dalam sebuah refleksi imajinatif, Tuhan digambarkan menerima berbagai laporan dari para malaikat mengenai permintaan manusia. Intensitas laporan tersebut meningkat tajam terutama pada momen-momen keagamaan. Beragam permohonan disampaikan, mulai dari harapan akan kesehatan, rezeki, jodoh, keselamatan, hingga permintaan yang bersifat negatif seperti mencelakai orang lain.
Situasi ini membuat para malaikat merasa kewalahan menghadapi arus permintaan yang tiada henti. Sebagai bentuk kepedulian, mereka mengusulkan agar Tuhan berpindah tempat untuk mengurangi beban tersebut. Usulan ini pun diikuti, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Di mana pun Tuhan berada—baik di gunung, laut, hutan, maupun goa—doa manusia tetap datang tanpa henti.
Setelah berbagai upaya dilakukan tanpa hasil, Tuhan dalam narasi ini akhirnya memilih untuk tidak lagi bersembunyi. Ia memutuskan untuk “hadir” dalam hati setiap manusia. Namun, refleksi tersebut menyoroti bahwa tidak semua manusia menyadari keberadaan Tuhan dalam dirinya sendiri.
Terakhir diperbarui: 1 April 2026