Langkah Strategis STIMI YAPMI Makassar Menuju Pascasarjana, Didukung Penuh LLDIKTI Wilayah IX
Dipublikasikan pada
15 April 2026Makassar — Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) YAPMI Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kualitas pendidikan tinggi melalui pengusulan pembukaan Program Studi S2 Magister Manajemen. Agenda strategis ini mendapat perhatian dan dukungan langsung dari LLDIKTI Wilayah IX yang melakukan proses verifikasi kesiapan institusi, bertempat di Gedung LLDIKTI Wilayah IX, Senin (13/04/2026) pukul 10.00 WITA.
Kehadiran Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., bersama tim verifikasi menjadi indikator penting bahwa proses pengajuan ini berjalan dalam koridor pengawasan mutu yang ketat. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pembukaan program studi baru, khususnya pada jenjang pascasarjana, merupakan langkah besar yang membutuhkan kesiapan menyeluruh, terutama pada aspek kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama penyelenggaraan pendidikan.
Lebih lanjut, Dr. Andi Lukman menyampaikan bahwa kehadiran Program Magister Manajemen di STIMI YAPMI Makassar akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas intelektual masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen institusi agar pengembangan program ini tetap selaras dengan standar mutu pendidikan nasional.
Ketua STIMI YAPMI Makassar, Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M., menyambut dukungan tersebut dengan optimisme tinggi. Menurutnya, pengusulan program pascasarjana ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menyediakan akses pendidikan lanjutan yang berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan tenaga manajerial yang adaptif di tengah dinamika global.
Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. H. Syahrir, S.E., M.M., memaparkan secara komprehensif aspek teknis pengusulan program studi. Ia menekankan bahwa pembukaan S2 Magister Manajemen ini sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan vokasi, yang mendorong terciptanya keterkaitan erat antara dunia akademik dan industri.
Dalam pemaparannya, Dr. Syahrir juga menjelaskan kesiapan aspek legalitas, dokumen pendukung, serta struktur kurikulum yang telah disusun secara sistematis dan sesuai regulasi terkini. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengajuan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga didesain dengan pendekatan akademik yang matang dan akuntabel.
Program Magister Manajemen yang diusulkan ini memiliki visi untuk mencetak pemimpin profesional yang inovatif dan adaptif, dengan fokus pada pengelolaan sektor strategis seperti BUMDes, BUMD, BUMN, serta UMKM berbasis teknologi digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil dunia kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, misi program studi dirancang mencakup empat pilar utama, yakni pendidikan berkualitas, penelitian yang solutif, pengabdian masyarakat yang berdampak, serta penguatan kemitraan strategis. Nilai integritas dan kepemimpinan juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter lulusan.
Dukungan teknis turut diberikan oleh perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, yang menekankan pentingnya sinkronisasi tata kelola antara yayasan dan institusi agar keberlanjutan program dapat terjaga secara profesional. Kehadiran sejumlah pimpinan kampus dan tokoh akademik semakin memperkuat legitimasi serta keseriusan STIMI YAPMI Makassar dalam merealisasikan program ini.
Diskusi yang berlangsung dinamis antara pihak kampus dan LLDIKTI mencerminkan kesamaan visi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Makassar. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi STIMI YAPMI sebagai institusi yang progresif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Sebagai penutup, pengusulan Program Magister Manajemen ini diharapkan menjadi katalisator dalam penguatan sektor ekonomi berbasis masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM dan BUMDes. Dengan kesiapan yang terstruktur dan dukungan regulator, STIMI YAPMI Makassar optimis dapat menghadirkan program pascasarjana yang kompetitif dan relevan di Indonesia Timur.
Terakhir diperbarui: 15 April 2026
